Oleh: Ihsan M Rusli (Wasekjen DPP Ormas MKGR)
Mari kita simak hadis Qudsi ini: “Rasulullah SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk hidup zuhud, sederhana, dan selalu rindu kepada akhirat. Lalu Rasulullah SAW bertanya, ‘Bagaimana caranya aku zuhud kepada dunia ya Allah?’ Allah SWT menjawab, ‘Ambillah dari dunia itu sekadar cukup makan, minum, serta pakaian dan jangan engkau timbun untuk esok dan selalulah engkau mengingat Aku!
Rasulullah SAW bertanya lagi: ‘Bagaimana caranya agar aku selalu mengingat Engkau ya Allah?’ Allah SWT menjawab, ‘Dengan jalan berkhalwat dari manusia, jadikan tidurmu sebagai shalat dan lapar jadi makananmu.” (Hadis Qudsi riwayat Al-Ghazali)
“Mari hidup sederhana!” Begitu sering kita mendengar anjuran itu tapi tidak pernah rakyat menyaksikan siapa yang bisa dijadikan teladan dalam kesederhanaan. Semakin nyaring anjuran itu kita dengarkan maka semakin sulit kita temukan kenyataan dalam hidup sehari-hari.
Para pejabat yang begitu bersemangat menganjurkan hidup sederhana ternyata mempertontonkan hal yang sebaliknya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Milyaran rupiah uang rakyat raib tak tentu rimba karena kerakusan para pejabat yang korup. Uang yang sejatinya untuk mensejahterakan rakyat, beralih ke kantong-kantong pejabat yang gemar hidup mewah dan hedonistis.
Tampaknya anjuran agama tentang kemuliaan hidup sederhana hanya jadi pemanis bibir (lips service) di dalam pidato dan pengajian tapi begitu sulit ketika sampai di tataran implementasi. Inilah yang menjadi masalah utama kita sejak dulu, begitu nyatanya ketidak sinkronan antara kata dan perilaku!
Di tengah penderitaan rakyat yang sebagian besar masih berkubang dengan kemiskinan, sungguh tidak elok kalau para pejabat memperagakan kehidupan boros dan berlebih-lebihan. Sikap boros dan berlebih-lebihan adalah sikap yang dicela oleh agama.
Sensitivitas untuk berempati kepada rakyat yang hidupnya semakin berat dari waktu ke waktu, seharusnya menjadi komitmen dan aksi bagi setiap pejabat yang dulu dipilih dan diberi amanah oleh rakyat.**
Tags: Ihsan M Rusli